PELANGI DI KAMPUNG HARMONI

Penulis: Supartiningsih, S.Pd | 05 Aug 2026 | Pengunjung: 1627
Cover
Di pinggir kota kecil, ada sebuah kampung bernama Kampung Harmoni. Kampung itu disebut “Harmoni” karena warganya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Jawa, Sumatra, Bali, bahkan dari Papua. Mereka hidup rukun meskipun memiliki adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Setiap sore, anak-anak Kampung Harmoni sering bermain bersama di lapangan kecil dekat masjid dan gereja yang berdiri berdampingan. Saat bulan Ramadan, warga yang tidak berpuasa ikut membantu menyiapkan takjil. Ketika Hari Natal tiba, warga lain ikut menjaga keamanan dan membantu parkir kendaraan. Semua saling menghormati tanpa memandang perbedaan agama maupun suku.

Di kampung itu tinggal seorang anak kelas VIII bernama Raka. Raka bersahabat dengan Made, Siti, dan Markus. Made berasal dari Bali dan sering bercerita tentang upacara adat di daerahnya. Siti yang orang tuanya berasal dari Sumatra pandai memasak rendang. Sementara Markus dari Papua sangat jago bermain sepak bola. Raka sendiri bersuku Jawa dan gemar memainkan gamelan.

Suatu hari, sekolah mereka mengadakan lomba pentas seni dengan tema “Keberagaman Budaya Nusantara”. Setiap kelas diminta menampilkan pertunjukan yang mencerminkan keberagaman sosial budaya di Indonesia.
“Apa yang harus kita tampilkan?” tanya Siti saat mereka berkumpul di rumah Raka.

Made mengusulkan untuk menampilkan tarian daerah. Markus ingin menampilkan lagu daerah. Raka sempat bingung karena setiap usul terdengar menarik. Mereka hampir saja berdebat karena masing-masing merasa idenya paling bagus.

Namun, tiba-tiba Markus berkata pelan, “Bukankah tema kita keberagaman? Kenapa kita malah bertengkar karena perbedaan?”

Ucapan itu membuat mereka terdiam. Raka lalu mendapat ide. “Bagaimana kalau kita gabungkan semuanya? Kita tampilkan tarian dari beberapa daerah, lalu disambung dengan lagu daerah, dan di akhir kita tampilkan drama singkat tentang persahabatan.”

Mereka semua setuju. Made mengajarkan gerakan tari khas Bali dengan sabar. Raka mengiringinya dengan musik sederhana. Siti membantu memilih lagu daerah dari Sumatra dan melatih teman-teman menyanyikannya dengan percaya diri. Markus mengusulkan lagu dari Papua dan melatih gerakan energik agar penampilan mereka semakin semangat.

Latihan mereka tidak selalu berjalan lancar. Ada yang salah gerakan, ada yang lupa lirik, bahkan pernah terjadi kesalahpahaman kecil. Namun setiap masalah mereka selesaikan dengan berdiskusi dan saling meminta maaf. Dari situ, mereka belajar bahwa kerja sama lebih penting daripada keinginan pribadi.

Hari pentas seni pun tiba. Aula sekolah dipenuhi siswa, guru, dan orang tua. Saat giliran kelas mereka tampil, Raka dan teman-temannya maju dengan penuh percaya diri. Penonton terpukau melihat perpaduan tarian, lagu, dan drama yang menggambarkan indahnya perbedaan. Dalam drama itu, mereka menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bertengkar, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Di akhir penampilan, mereka membentangkan poster bertuliskan, “Berbeda-beda tetapi tetap satu.” Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan. Bahkan kepala sekolah memuji penampilan mereka sebagai yang paling kompak dan kreatif.

“Kalian telah menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa,” kata beliau bangga.

Sepulang dari sekolah, warga Kampung Harmoni menyambut mereka dengan senyum dan ucapan selamat. Orang tua mereka merasa haru melihat anak-anaknya mampu menunjukkan contoh persatuan.

Sejak saat itu, Raka dan teman-temannya semakin menyadari bahwa hidup di tengah keberagaman mengajarkan banyak hal: saling menghargai, bekerja sama, dan belajar dari perbedaan. Kampung Harmoni pun tetap menjadi tempat yang penuh warna, seperti pelangi yang indah di langit setelah hujan—berbeda warna, tetapi tetap satu keindahan.

Pertanyaan!
1.Apa yang menyebabkan Kampung Harmoni disebut sebagai kampung yang penuh keberagaman?
2.Siapa saja sahabat Raka dan dari daerah mana asal mereka?
3.Apa tema lomba pentas seni yang diadakan di sekolah Raka?
4.Mengapa Raka dan teman-temannya hampir berdebat saat menentukan penampilan?
5.Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita “Pelangi di Kampung Harmoni”?

Komentar

Kenzie Ardinata 2026-08-06 00:03:15

isi nya sangat bagus dan meng inspirasi

ZaLL2026-08-06 00:03:40

Alur nya bagus sekali

?2026-08-06 00:03:44

Artikulasinya bagus dan jelas?

elfano7a2026-08-06 00:05:04

halo guasss!

Cah STK2026-08-06 00:07:32

Oke??

Tamaaa2026-08-06 00:10:01

Soal ini mudah dan bikin saya pintar

ZHALWA AZHAHRA 2026-08-06 00:10:08

Isi cerita yang bagus

Amba2026-08-06 00:13:29

Bagus sekali ceritanya

Piki2026-08-06 00:14:06

Sangat mudah di pelajari

Natasha*c2026-08-06 00:15:04

Cerita nya Bagus

Tipis tipis 2026-08-06 00:15:37

TIPIS TIPIS

vell2026-08-06 00:19:09

cerita nya bagus dan artikulasi baik pokok nya kriukkk

?2026-08-06 00:21:38

Ceritanya menarik, tapi gambarnya pakai Ai jadinya kurang bagus

Aldo2026-08-06 00:22:14

Bagus

Zazaarorr12 2026-08-06 00:22:37

TIPIS TIPIS

VANI IMUF 2026-08-06 00:23:56

Isinya sangat pas dan baik \r\nSaya bisa memahami

OLIVIA SALSABILA KURANTO2026-08-06 00:24:00

tulisannya jelas dan rapi

Nopal2026-08-06 00:26:09

Saya akan kerjakan

Tipis tipis 2026-08-06 00:28:10

Tipis tipis

RASYA 2026-08-06 00:29:15

Bgus banget alur nya

ambatubas2026-08-06 00:31:39

KRIUKK!!

daffa2026-08-06 00:31:57

aku suka pipi, lopyu poll??

stranger2026-08-06 00:46:44

sayangg kamuuu?

KHOIRINA NABIHA FADHILAH 2026-08-06 00:49:14

Soal nya sangat menarik

arkha 8i2026-08-06 02:46:32

kerasssss

someone2026-08-06 10:42:19

mff telat kmn, bdwee josjis

CAXIER_LUVV2026-08-06 11:02:50

Aku seneng afif...

← Kembali ke Daftar Artikel 🔑 Login Admin