Awan pagi tanggal 14 Agustus menyambut hangat lapangan sekolah yang sudah dipenuhi warna cokelat tua dan cokelat muda. Hari itu, SMPN 1 Karangjati menggelar peringatan Hari Pramuka, dan Regu Elang yang dipimpin oleh Budi sedang bersiap mengikuti lomba pioneering membuat tiang bendera menggunakan belasan tongkat bambu dan tali dadung.
"Budi, ikatan simpul pangkalmu kurang kencang! Tiangnya bisa roboh!" seru Rian, anggota regu lainnya, saat melihat tiang bambu utama mereka mulai miring dan bergoyang saat ditegakkan.
Peluit tanda waktu tersisa lima menit lagi ditiup keras oleh Pak Joko, Pembina Pramuka mereka. Kepanikan langsung menguasai Budi. Tangannya gemetar mencoba memperbaiki ikatan, tetapi tali dadung itu justru semakin rumit dan kusut. Suasana riuh dari regu lain yang bersorak menambah tekanan. Rasa bersalah mulai membakar dada Budi ia takut kelalaiannya akan menjadi penyebab kekalahan regunya.
Bukannya marah atau menyalahkan, Rian justru merangkul bahu Budi dan tersenum tenang. "Ingat Dasa Darma kelima, Bud: Rela menolong dan tabah. Kita ini satu tim, kita kerjakan sama-sama," ucap Rian mantap.
Kata-kata itu menyengat kesadaran Budi. Tanpa komando lagi, anggota regu lainnya langsung mengambil peran. Rian dan Siti memegang tiang bambu agar tidak goyang, sementara Fajar dan Budi dengan cekatan membagi tugas menarik tali penyeimbang serta membenahi simpul ikatan silang. Rasa panik berganti menjadi fokus penuh. Tepat sebelum peluit panjang penanda waktu habis dibunyikan, simpul mati terakhir berhasil terkunci rapat.
Tiang bendera buatan Regu Elang berdiri tegak lurus, paling kokoh dan simetris di antara regu-regu lainnya. Merah Putih pun perlahan dinaikkan dan berkibar gagah di puncaknya. Pak Joko berjalan mendekati mereka, mengangguk kagum sambil memberikan tepuk tangan bangga.
Saat upacara utama peringatan Hari Pramuka dimulai dan dentum tepuk pramuka bergema meriah di seluruh lapangan, Budi memandang lambang tunas kelapa di dada kirinya dengan rasa haru. Hari itu ia belajar makna sejati dari peringatan 14 Agustus: Pramuka bukan sekadar mahir mengikat tali atau menghafal sandi, melainkan tentang jiwa korsa, kedisiplinan, dan keberanian untuk saling menopang di saat-saat tersulit.
Pertanyaan!
1.Kegiatan dan lomba apa yang diikuti oleh Regu Elang dalam rangka memperingati Hari Pramuka di SMPN 1 Karangjati?
2. Masalah apa yang dihadapi Budi dan regunya menjelang menit-menit terakhir lomba?
3.Dasa Darma ke berapa yang diucapkan oleh Rian untuk menyemangati Budi, dan bagaimana bunyinya?
4.Sikap dan tindakan apa yang ditunjukkan oleh para anggota Regu Elang saat melihat Budi mengalami kesulitan?
5.Pesan atau pelajaran berharga apa yang didapatkan Budi dari peristiwa pada peringatan Hari Pramuka tersebut?
Komentar
Soal nya Bagus dan menarik
py sa Arsa menak ra
pen sak kelas neh ro cah\' buu
mas hanan mas hanan, kata nya ada yang suka kamu, lupfi kamu putusin ta?? dan literasi nya bagus dan jelas
Cerita nya Bagus dan menginspirasi untuk anak anak yang ikut eskul Pramuka nantinya
aku akan membeli website ini seharga 50 juta dollar
bisa memahami leterasi
Halo guys
saya mendukung dengan mobil tesla 50 biji untuk literasi ini, kuanggap keren, bermanfaat, berguna dan bagus
Literasi yg sangat bagus
kata katanya bagus
Kerja Bagus
aku akan membeli website seharga 50 juta dollar
Kriyyuk
Ceritanya bagus
Jadikan film pendek bu
Aku suka shofiy
sangat mantap dan jos jis
Jasss Juss
Cerita cukup menarik dan menginspirasi
Apik
Isi sangat bagus, menarik, dan kreatif