SEKOLAH KAMI BEBAS PLASTIK

Penulis: Sri Mulyanti, S.Pd | 02 Sep 2026 | Pengunjung: 1006
Cover
Bulan lalu, semua siswa berkumpul di lapangan sekolah. Kepala sekolah kami, Pak Arman, berdiri di depan kami. Wajahnya terlihat serius.
"Selamat pagi anak-anak," kata Pak Arman. "Mulai hari Senin depan, sampah plastik dilarang di sekolah kita. Aturan ini harus dipatuhi oleh semua orang." Semua siswa terkejut. Beberapa siswa berbisik. "Bagaimana cara kita jajan kalau tidak pakai plastik?" tanya Dito.
Hari Senin pagi, saya datang ke sekolah lebih awal. Saya membawa tumbler dan kotak makan dari rumah. Di gerbang sekolah, Pak Arman dan para satpam sedang memeriksa tas setiap siswa.
Sahabat saya, Rani, terlihat gugup. Dia lupa dengan aturan baru. Dia membawa botol plastik berisi teh.
"Maaf ya, nak," kata Pak Arman dengan ramah. "Botol plastik tidak diperbolehkan di sekolah ini. Tapi kamu boleh menuangkan minumanmu ke tumbler ini." Beliau memberikan tumbler sekolah kepada Rani. Rani tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Di pelajaran pertama, guru Bahasa Inggris kami, Ibu Sari, meminta kami membaca sebuah laporan. Pak Arman yang membuatnya sendiri dan mengirimkannya ke semua kelas.

LAPORAN: MASALAH SAMPAH PLASTIK
Sampah plastik adalah sampah yang


terbuat dari bahan plastik. Sampah ini berasal dari botol, kantong, sedotan, dan bungkus makanan.
Plastik memiliki tiga ciri utama. Pertama, plastik itu ringan dan kedap air. Kedua, plastik sangat murah untuk diproduksi. Ketiga, plastik tidak dapat terurai. Plastik membutuhkan waktu 100 sampai 1000 tahun untuk terurai.

Dampak sampah plastik sangat berbahaya. Lingkungan sekolah dicemari oleh sampah plastik. Saluran air tersumbat oleh kantong plastik. Hewan laut dibunuh oleh sampah plastik.

Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan plastik harus dikurangi. Produk yang dapat digunakan kembali harus digunakan oleh semua siswa dan guru. Kantin sekolah juga diminta untuk menggunakan kantong kertas.

Setelah membaca laporan itu, kami berdiskusi di kelas. "Menurut saya, aturan ini sangat bagus," kata saya. "Saya setuju," kata Rani. "Bumi harus diselamatkan oleh kita."

Selama seminggu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Tempat sampah tidak penuh lagi. Halaman sekolah dibersihkan setiap hari oleh tim piket. Kantin sekolah berubah. Tidak ada lagi kantong plastik. Mereka menggunakan kantong kertas dan daun pisang.

Hari Jumat, Pak Arman membuat pengumuman lagi. "Saya sangat bangga dengan kalian," katanya sambil tersenyum lebar. "Hanya dalam 5 hari, 50 kg sampah plastik berhasil dikurangi oleh sekolah kita. Bulan depan, kita akan membuat eco-brick dari plastik yang kita kumpulkan."

Malam itu, saya menulis di buku harian. "Hari ini, saya belajar bahwa tindakan kecil bisa membuat perubahan besar. Menurut saya Pak Arman adalah pemimpin yang hebat. Mulai sekarang, saya berjanji tidak akan menggunakan plastik sekali pakai lagi."


Jawablah pertanyaan dibawah ini !

1. Siapa yang membuat aturan baru?
2. Berapa kg sampah plastik yang berhasil dikurangi?
3. Apa yang dibawa Rani dan ketahuan di gerbang?
4. Sebutkan 2 dampak sampah plastik!
5. Setuju tidak dengan larangan penggunaan plastik disekolah?

Komentar

Kenzie Ardinata 2026-09-07 23:34:11

isi cerita bagus jelas dan bermanfaat. pesan moral juga sangat bagus

Masukan text2026-09-08 00:08:41

Pertanyaan nya pendek,sangat bagus

muhamad alham fizi2026-09-08 00:09:33

keren

Genas2026-09-08 00:12:35

jawaban “Sekolah Kami Bebas Plastik”: ?\r\nSMPN 1 Karangjati\r\nPak Arman, kepala sekolah.\r\n50 kg sampah plastik.\r\nBotol plastik berisi teh.\r\nDua dampaknya:\r\nMencemari lingkungan sekolah.\r\nMenyumbat saluran air.\r\nSetuju, karena dapat mengurangi sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan.

Khoirina 2026-09-08 00:15:05

Cerita nya sangat menarik dan juga bermanfaat

602026-09-08 00:40:30

Sangat bagus untuk mengingatkan anak anak agar menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar

← Kembali ke Daftar Artikel 🔑 Login Admin