Rian selalu menganggap pelajaran bahasa Inggris sebagai musuh utamanya di sekolah. Bagi anak kelas 8 SMP itu, deretan kata asing dan aturan grammar di papan tulis tak lebih dari susunan mantra rumit yang membosankan. Setiap kali bel pelajaran berbunyi, Rian memilih menopang dagu, menatap keluar jendela, dan menunggu jam pulang dengan gelisah.
Ibu Shinta, guru bahasa Inggris Rian, berkali-kali mencoba menyemangatinya. "Rian, yuk dicoba dulu. Bahasa Inggris itu menyenangkan dan bakal berguna banget buat masa depanmu," ujar Ibu Shinta lembut suatu hari sambil menepuk pelan meja Rian.
Namun, Rian menggeleng enggan. "Ah, buat apa Bu? Saya kan tinggal di sini, enggan merantau jauh-jauh. Tidak butuh bahasa Inggris," balasnya cuek, mengabaikan perhatian sang guru.
Suasana berubah ketika Mas Bayu, tetangga sebelah rumahnya, pulang dari luar negeri. Mas Bayu yang dulu hanya pemuda biasa di desa mereka, kini tampil rapi dan membawa cerita sukses setelah beberapa tahun bekerja di sebuah perusahaan terkemuka di Inggris. Keberhasilan itu membuat Mas Bayu mampu merenovasi rumah orang tuanya dan membantu warga sekitar.
Rasa penasaran mengusik Rian. Suatu sore, saat melihat Mas Bayu sedang bersantai di teras, Rian memberanikan diri untuk bertamu.
"Mas Bayu, kok bisa sih sukses bekerja di luar negeri? Apa rahasianya?" tanya Rian polos.
Mas Bayu tersenyum hangat. "Keterampilan itu penting, Rian. Tapi kunci utamanya adalah bahasa. Sejak SMP, Mas tekun dan tidak pernah berhenti belajar bahasa Inggris sampai bisa. Bahasa Inggris itu pintu gerbang dunia. Jangan pernah meremehkan pelajaran itu di sekolah. Kamu juga pasti bisa kalau mau berusaha dari sekarang!"
Kata-kata dan dorongan semangat dari Mas Bayu seketika menghantam kesadaran Rian. Ia teringat nasihat Ibu Shinta yang selalu ia abaikan. Saat itu juga, sebuah impian baru mendadak tumbuh mekar di dadanya: Rian ingin bekerja di luar negeri dan menjelajahi dunia.
Sejak hari itu, Rian berubah total. Buku catatan bahasa Inggris yang dulu bersih tanpa coretan kini penuh dengan kosakata baru. Ia tak lagi memandang malas keluar jendela, melainkan menyimak penjelasan Ibu Shinta dengan penuh semangat. Rian paham bahwa impian besarnya membutuhkan usaha yang tak kalah besar, dan bahasa Inggris adalah kunci pertama yang harus ia genggam.
Setelah membaca cerita di atas, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini !
1. Mengapa pada awalnya Rian menolak nasihat dari Ibu Shinta untuk belajar bahasa Inggris? Jelaskan alasan yang mendasari sikap Rian tersebut!
2. Peristiwa apa yang menjadi titik balik perubahan pandangan Rian terhadap pentingnya menguasai bahasa Inggris?
3. Menurut Mas Bayu, mengapa penguasaan bahasa Inggris menjadi kunci utama agar bisa berhasil bekerja di luar negeri?
4. Perubahan nyata apa saja yang ditunjukkan oleh Rian dalam perilakunya di kelas maupun di rumah setelah mendapatkan dorongan semangat dari Mas Bayu?
5. Jelaskan makna dari judul cerita "Kunci di Balik Jendela Kelas" berdasarkan proses perubahan sikap dan cita-cita tokoh Rian!
Komentar
isinya sangat bagus,menginspirasi,dan jelas
Sangat Bagus
Soal Nya bagus dan mudah di pahami
bagus dan jelas\r\n
Cerita dan pertanyaan yang bagus, juga menarik untuk di kerjakan!!
judulnya menarik dan sesuai dengan isi cerita. membuat penasaran sekaligus memberi pelajaran hidup.
Cerita dan pertanyaan yang bagus, juga menarik untuk di kerjakan!!
serumit apapun jalannya hidup, selagi kita tahu arah kiblat untuk bersujud yakinlah pasti allah memberi petunjuk
bagaimana keinginan mu terwujud jika engkau lupa bersujud.