Pagi itu, udara terasa sejuk. Raka berjalan menuju sekolah bersama sahabatnya, Dimas. Mereka menikmati suasana pagi sambil sesekali bercanda.Namun, ketika hampir sampai di gerbang sekolah, sebuah kendaraan melintas di depan mereka. Asap hitam keluar dari knalpotnya dan perlahan menyebar ke udara.Raka spontan menutup hidung.“Bau asap,” keluhnya.Dimas hanya tertawa kecil. “Sebentar juga hilang.”Raka tidak menjawab. Ia justru terdiam dan memikirkan sesuatu. Setiap hari manusia bernapas tanpa pernah berhenti. Udara masuk dan keluar dari tubuh kita ribuan kali. Lalu, bagaimana jika udara yang kita hirup ternyata tidak bersih? Sesampainya di kelas, Bu Sari sudah menunggu.“Selamat pagi, anak-anak.
Hari ini kita akan belajar tentang sistem pernapasan manusia,” kata Bu Sari.Sebelum memulai pelajaran, Bu Sari meminta semua siswa menarik napas dalam-dalam.“Sekarang coba kalian pikirkan. Ke mana udara yang kita hirup?”“Ke paru-paru, Bu!” jawab beberapa siswa hampir bersamaan.“Betul. Udara masuk melalui hidung, kemudian melewati saluran pernapasan hingga akhirnya sampai ke paru-paru. Di dalam paru-paru terdapat alveolus, tempat terjadinya pertukaran gas. Oksigen masuk ke dalam darah, sedangkan karbon dioksida dikeluarkan ketika kita mengembuskan napas.”Raka mengangkat tangannya.“Bu, kalau udara yang kita hirup kotor, apakah bisa mengganggu pernapasan?”Bu Sari mengangguk.“Tentu. Asap kendaraan, asap pembakaran, debu, dan berbagai zat pencemar dapat mengganggu kesehatan sistem pernapasan. Karena itu, menjaga kesehatan tubuh juga berarti menjaga lingkungan tempat kita hidup.”Mendengar penjelasan itu, Raka langsung teringat asap kendaraan yang dilihatnya pagi tadi.
Ternyata udara yang terlihat biasa saja bisa sangat berarti bagi kehidupan manusia.Saat jam istirahat tiba, Raka dan Dimas berjalan ke halaman belakang sekolah. Di dekat taman, mereka melihat beberapa bungkus makanan berserakan.“Padahal tempat sampahnya tidak jauh,” kata Dimas.Raka mengambil salah satu bungkus makanan.“Mungkin orang yang membuangnya berpikir, nanti ada yang membersihkan.”Dimas terdiam. Ia melihat sekeliling. Taman yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman justru terlihat kotor.Tanpa banyak bicara, Raka mulai memungut sampah. Dimas pun ikut membantu.Beberapa teman yang melihat mereka akhirnya ikut bergabung.Tidak lama kemudian, taman itu kembali bersih.Tidak ada hadiah. Tidak ada pujian. Namun, Raka merasa senang.Ia mulai menyadari sesuatu.
Menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan. Setiap orang yang menggunakan lingkungan memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.Beberapa hari kemudian, Raka kembali menemukan sesuatu yang membuatnya prihatin. Di dekat lingkungan sekolah, ada tumpukan sampah yang sedang dibakar. Asapnya terbawa angin dan memenuhi udara di sekitar sekolah.Beberapa siswa menutup hidung. Ada yang batuk dan memilih menjauh.Raka segera teringat pelajaran Bu Sari.“Sekarang aku mengerti,” katanya kepada Dimas. “Asap bukan hanya membuat udara menjadi bau. Kalau kita menghirupnya, asap itu bisa masuk ke sistem pernapasan dan mengganggu kesehatan.”Sejak saat itu, Raka dan teman-temannya berusaha lebih peduli terhadap lingkungan.Mereka membuang sampah pada tempatnya. Mereka merawat tanaman. Mereka mengurangi sampah dan tidak membakar sampah sembarangan.
Mereka juga saling mengingatkan.Jika ada teman yang lupa membuang sampah pada tempatnya, mereka mengingatkannya dengan baik.Jika melihat tanaman yang layu, mereka menyiramnya.Jika halaman sekolah terlihat kotor, mereka membersihkannya bersama-sama.Awalnya, semua itu terasa seperti pekerjaan kecil.Namun, mereka kemudian memahami bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil.Beberapa minggu berlalu.Suasana sekolah mulai berubah.Taman terlihat lebih terawat. Sampah tidak lagi banyak berserakan. Tanaman yang sebelumnya layu mulai tumbuh kembali.Suatu pagi, Raka berdiri di bawah pohon yang selama ini mereka rawat bersama.
Ia menarik napas dalam-dalam.Udara terasa begitu segar.Raka tersenyum.“Dim, ternyata menjaga lingkungan juga berarti menjaga diri kita sendiri.”Dimas mengangguk.“Karena kita membutuhkan udara untuk bernapas.”“Dan udara yang kita hirup berasal dari lingkungan tempat kita hidup,” lanjut Raka.Keduanya kemudian tersenyum.Hari itu Raka menyadari bahwa pelajaran IPA ternyata bukan sekadar menghafalkan nama organ atau menjawab soal di kelas.IPA ada di sekitar mereka.Setiap kali bernapas, hidung, trakea, bronkus, paru-paru, dan alveolus bekerja tanpa mereka sadari. Dan setiap kali mereka menghirup udara, kualitas lingkungan ikut menentukan kualitas udara yang masuk ke tubuh.Lebih dari itu, Raka belajar tentang tanggung jawab.Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar.Satu sampah yang dipungut.Satu tanaman yang dirawat.Satu kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.Semuanya mungkin terlihat sederhana.Namun, jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, kebiasaan kecil itu dapat membawa perubahan besar.
Raka akhirnya memahami satu hal penting:“Kita membutuhkan udara untuk hidup. Karena itu, menjaga udara berarti menjaga kehidupan.”Sejak hari itu, Raka tidak lagi menganggap kebersihan lingkungan sebagai hal sepele.Baginya, menjaga lingkungan bukan sekadar membuat sekolah terlihat bersih.Menjaga lingkungan adalah cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kita peduli terhadap diri sendiri, orang lain, dan kehidupan di sekitar kita.Dan setiap kali menghirup udara segar di bawah pohon yang mereka rawat, Raka selalu teringat satu hal:Perubahan besar bisa dimulai dari satu tindakan kecil.
Setelah kalian membaca cerita diatas jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Mengapa udara yang bersih sangat penting bagi kesehatan sistem pernapasan manusia? Jelaskan berdasarkan isi bacaan.
2. Apa hubungan antara kebiasaan membakar sampah dengan gangguan pada sistem pernapasan?
3. Mengapa Raka menyadari bahwa menjaga lingkungan berarti juga menjaga kesehatan diri sendiri? Jelaskan dengan alasan yang tepat.
4. Menurutmu, mengapa kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan sekolah?
5. Jika kamu berada di posisi Raka dan melihat teman membuang sampah sembarangan atau membakar sampah, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.
Komentar
Bagus
sukakk bangett luplup
Ceritanya bagus dan menginspirasi para siswa
ceritanya kwerennn bangettt\r\n\r\n\r\n\"kata adi stop judi\"
Bagus banget
cerita sng bagus
cerita sangat bagus
cerita yang bagus dan mantap
mantap ceritanya bagusss banget pa eko
Literasinya bagus joss joss
Keren banget
Ngeri
Soal sangat panjang tapi ada di bacaan.
Cerita bagus joss
Aku suka banget
Ceritanya begitu menarik untuk aku baca
Ceritanya begitu menarik untuk aku baca
Soal sangat panjang tapi ada di bacaan.