IKHLAS YANG MENENANGKAN

Penulis: Siti Birotul Hidayah, S.Pd.I | 23 Sep 2026 | Pengunjung: 1239
Cover
Bel sekolah berbunyi nyaring, menandakan waktunya salat dhuhur berjamaah akan dimulai. Semua siswa bersiap menuju mushala, tak terkecuali Aris. Muka masam yang tidak bisa ditahan Aris melangkah seraya menggerutu "Kenapa sih harus pakai shalat berjamaah di sekolah segala? kan shalat di rumah juga bisa," gumamnya kesal. Bagi Aris gerakan shalat di sekolah tak lebih dari sekadar rutinitas formalitas yang menguras tenaga dan menyita waktu istirahatnya.

Sesampainya di mushala, berbaris rapi shaf depan dan tengah sudah terisi penuh oleh siswa. Mau tak mau Aris berjalan ke bagian paling belakang. Di sana, ia melihat satu-satunya tempat kosong tersisa berada di sebelah temannya yang bernama Bima. Aris melirik Bima dengan ragu. Pasalnya, beberapa jam lalu di lapangan sekolah, Bima tidak sengaja melakukan gol bunuh diri pada menit-menit akhir pertandingan sepak bola antarnkelas. Kekalahan konyol itu membuat kelas mereka gugur dan Bima sempat menjadi sasaran emosi teman-teman sekelas.

Aris mengira Bima akan salat dengan tegang atau bermuka masam. Namun, pemandangan di sebelahnya justru berbanding terbalik. Bima tampak sangat tenang.

Setiap gerakan rukuk dan sujudnya dilakukan dengan begitu khusyuk. Saat duduk tasyahud akhir hingga salam, tak ada raut gelisah di wajahnya. Bahkan, ketika do’a bersama dilantunkan, Aris melihat setetes air mata jatuh menetes di pipi Bima.

Selesai bersalaman dan berzikir, rasa penasaran Aris tak terbendung lagi. Ia menggeser duduknya mendekati Bima. "Bim," bisik Aris pelan. "kamu kok bisa setenang ini, sih? Tadi kan kamu baru saja bikin gol bunuh diri, kamu tidak merasa bersalah atau takut dimarahi anak-anak? "Bima tersenyum tipis, lalu mengusap sisa air mata di pipinya. "Jujur, saya merasa bersalah banget, Ris. Saya sedih dan kecewa sama diri sendiri. Tapi pas masuk mushala dan melaksanakan salat, saya sadar kalau kesalahan di lapangan itu sudah terjadi dan tidak bisa diulang."

Bima menatap matanya lembut, lalu melanjutkan, "Salat ini kewajiban saya sebagai hamba. Saya datang ke sini bukan karena takut ditertibkan guru, tapi karena saya butuh Allah SWT. Saya serahkan semua rasa bersalah, sedih, dan beban pikiran saya di sujud tadi. Saat kita ikhlas menghadap Allah SWT dan berserah diri sepenuhnya, hati jadi lapang. Semua urusan dunia rasanya jadi tidak seberat itu lagi."

Kata-kata Bima menampar dada Aris dengan telak. Ia tertegun karena selama ini Aris menganggap salat di sekolah hanya sebagai beban dan paksaan. Ia hadir secara fisik, tetapi hatinya melayang ke mana-mana. Sementara Bima yang baru saja mengalami momen paling tidak menyenangkan hari itu, justru menemukan kedamaian karena melakukan salat dengan niat yang tulus.

Sejak hari itu, Aris mulai merubah sikapnya. Ia berusaha menertibkan kewajiban salatnya dan tidak lagi mengeluh. Aris belajar menyadari satu hal penting: materi ikhlas dalam beribadah bukan sekadar teori di buku pelajaran Agama Islam.

Materi ikhlas mengajarkan bahwa ibadah yang dilakukan karena terpaksa mungkin hanya menggerakkan tubuh, tetapi ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dapat menenangkan hati. Ketika seseorang beribadah murni karena Allah SWT (lillahi ta'ala) tanpa mempedulikan paksaan manusia atau beban duniawi, di situlah kepasrahan dan ketenangan sejati akan didapatkan. Karena itu, mari melaksanakan salat dengan niat karena Allah SWT dan berusaha menghadirkan hati dalam setiap ibadah.


Jawablah pertanyaan dibawah ini di buku literasimu!

1.Apa alasan Aris selalu mengeluh dan merasa enggan saat mengikuti kegiatan salat berjamaah di sekolah?

2.Peristiwa tidak menyenangkan apa yang baru saja dialami oleh Bima sebelum ia melaksanakan salat dhuhur?

3.Sikap dan ekspresi apa yang ditunjukkan Bima saat melaksanakan salat hingga berdo’a, yang membuat Aris merasa heran?

4.Bagaimana penjelasan Bima kepada Aris mengenai caranya mengatasi rasa bersalah dan menemukan ketenangan saat salat?

5.Pelajaran atau hikmah apa yang dipetik Aris terkait konsep ikhlas dalam beribadah setelah berbincang dengan Bima?

Komentar

Kenzie Ardinata 2026-09-23 22:53:02

cerita sangat bagus, dan juga menginspirasi pembaca

.2026-09-23 23:56:46

wow keren wow keren hu haa

... 2026-09-24 00:00:12

Nk komen ojo sng aneh aneh!!

keenan bakwan sambelterasi2026-09-24 00:13:30

cerita nya sangat bagus, dan hehe

-2026-09-24 00:13:54

ceritanya sangat menginspirasi

Keysa2026-09-24 00:14:09

Ceritanya bagus dan keren

Nizam Adi.NH2026-09-24 00:18:48

Ceritanya sangat menarik

Surya ganteng2026-09-24 00:18:55

Sangat bagus

Location Unknown2026-09-24 00:23:14

traveling places i ain’t seen you in ages\r\nbut i hope you comeback to me~~

Tama2026-09-24 00:25:33

Sangat kerenn, aku suka ini

← Kembali ke Daftar Artikel 🔑 Login Admin