“Kami butuh keadilan, hukum saja dia, kembalikan uang kami dasar koruptor gaktau diri!! Khianat kau!!”. Sorak warga yang penuh harapan uangnya kembali akibat ulah tak senonoh pemimpin desanya sendiri. Suara-suara yang memperjuangkan keadilan-keadilan, berharap ada jawaban yang memuaskan dari balik pagar besi rumah itu.
Rasa kecewa menyesal dan hati penuh amarah menjadi satu campur aduk tak karuan. Kami berdiri disini tak hanya satu atau dua jam, kami disini sudah ada satu hari kurang lamanya. Berdiri berteriak lantang bersaut-sautan, berharap ada jawaban yang memuaskan dari balik pagar besi rumah pemimpin desa itu.
Entah hal apa yang membuat kaki kami kuat berdiri di bawah sinar matahari seharian penuh, berteriak ramai disini. Apa karena perbuatan keji tak bernilai norma itu?, ya tentu saja. Kami luapkan semua isi hati kami di tempat ini, disini. Saya Ani Wicahyati salah satu pemuda desa Kauman yang ikut dalam aksi demokrasi ini.
Konflik ini berawal terjadi saat pemimpin desa kami, desa Kauman yang bernama Pak Tarman menagih warga uang iuran yang beralasan untuk membangun jalan desa yang sudah rusak, bahkan tak bisa di lewati. Angan-angan mendapatkan jalan baru yang layak agar warga tidak bersusah payah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Alih-alih mendapat jalan baru, ternyata ini yang terjadi.
“Andai saja kita percaya pada kalangan muda-mudi disini, pasti tak akan terjadi hal seperti ini ya”, kata-kata yang saat ini banyak dikatakan oleh warga yang menyesal karena tak mempercayai kaum muda. Padahal, Pak Tarman terkenal tak dapat dipercaya, banyak pemuda yang mencalon untuk menjadi pemimpin desa Kauman, tapi terhalang oleh kepercayaan warga. Banyak yang bilang kalau anak muda tak dapat menjadi pemimpin dan lebih mempercayai Pak Tarman.
Padahal, hampir seluruh desa tahu sisi buruk dari Pak Tarman, tapi hampir banyak warga yang tergiur dengan uang yang diberi Pak Tarman agar memilih dia saat pemilihan. Banyak juga warga yang tahu kalau Pak Tarman sering tidak memberi upah orang yang bekerja di rumahnya.
Bahkan yang menyelidiki kalau Pak Tarman membawa kabur uang iuran itu adalah saya, ya saya Ani Wicahyati pemuda di desa Kauman yang gagal mencalon karena tidak mendapatkan kepercayaan warga. Sifat warga seperti air di atas daun talan yang terombang-ambing karena tergiur oleh uang sogokan Pak Tarman.
Sekarang yang tersisa tinggalah penyesalan dan harapan yang pupus. Pak Tarman kabur entah kemana seperti ditiup angin kencang yang langsung menghilang. Saya Ani, saya bangga karena dapat membongkar kebusukan Pak Tarman yang selama ini belum ada yang tahu.
Pesan yang dapat diambil dari cerita di atas adalah kita jangan berburuk sangka pada orang lain. Banyak pemuda yang masih bisa dipercaya dan bahkan bisa menjadikan pengaruh baik. Bukan bermaksud tidak mempercayai golongan yang lebih tua, tapi jangan gampang tergiur dengan uang. Bijaklah dalam memilih pemimpin karena sekarang orang jujur itu sulit ditemukan. Jujurlah untuk hal sekecil apapun itu.
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
Jelaskan bagaimana karakter Ani Wicahyati mencerminkan sikap pemuda yang kritis dan berani terhadap ketidakadilan! Apa konflik utama yang dihadapi Ani dalam cerita tersebut?
Menurutmu, apakah tindakan warga desa yang lebih mempercayai Pak Tarman dapat dibenarkan? Jelaskan pendapatmu dengan mempertimbangkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sosial!
Uraikan hubungan antara ketidakpercayaan warga terhadap kaum muda dengan terjadinya kasus korupsi di desa Kauman. Apa pelajaran penting yang dapat diambil dari hal tersebut?
Jika kamu berada di posisi Ani sebagai pemuda yang tidak dipercaya, langkah konkret apa yang bisa kamu lakukan agar masyarakat mau membuka mata dan memberi kepercayaan kepada generasi muda?
Cerita ini menyinggung tentang “kejujuran yang kini sulit ditemukan.”
Menurutmu, bagaimana cara menumbuhkan budaya kejujuran dan anti-korupsi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, agar peristiwa seperti di desa Kauman tidak terulang?
Komentar
??
bagus dan dapat membangunkan jiwa para pemuda
????
??
Sangat baguss
keren banghet
Ayo basmi korupsi
tulis komentar
Baguss
ini etanolnya brp persen?
Koruptornya seharusnya stecuu
koruptor jamet
koruptos jamet
karena kita ga akan pernah bisa jadi paling baik di penilaian setiap orang, jadi tak perlu repot repot membuktikan apapun ke siapapun, cukup terus tumbuh dan jangan berhenti memperbaiki diri
Seharusnya warga menilai bahwa kaum muda Memiliki Dampak positif bagi kemajuan desa di masa depan.\r\n
kapanndisayanggkaeee
koruptor monyet
Bgus bgt
Kontaskol
Sangat baguss
pake etanol dongg!!
Soalnya banyak banget...
ayo basmi koruptor\r\nhidup koruptor
lainkali pertanyaannya di kasi nomer ,biar tau mana 123 ny!
Saya suka permen
hi para my finesyht
sangat imupp
minimal kasih nomrr bos
saya ingin jadi koruptor
Saya tidak tau
Sangat keren dan menarik di baca
saya malu jadi koruptor
Saya tidak tau
balekne duit ku, koruptor ga tau diri
kembalikan uang kamii
bagus banget bang
this is sangat wow, oh my god yes yes hm? brr skibidi dop dop toilet?
Bagusss
Bagus