DARI MENGAJAR DENGAN BUKU, MENUJU MENGAJAR DENGAN MAKNA

Penulis: Fajar Budhianto | 22 Dec 2025 | Pengunjung: 129
Cover
Bu Anita adalah seorang guru muda yang baru beberapa tahun mengajar di sekolah menengah pertama. Sebagai bagian dari generasi yang tumbuh di era digital, ia terbiasa mengikuti tren dan aktif di media sosial. Aktivitas berbagi cerita di Instagram menjadi rutinitas hariannya, baik tentang keseharian maupun aktivitas mengajar.

Namun, di balik keaktifannya tersebut, Bu Anita menyadari bahwa ia belum menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian penting dari profesinya. Proses pembelajaran yang ia lakukan masih sangat bergantung pada buku teks yang tersedia di sekolah. Ia mengajar dengan baik, tetapi belum sepenuhnya mengembangkan materi berdasarkan pemikiran, pengalaman, dan refleksinya sendiri.

Kesadaran itu mulai tumbuh ketika sekolah mendorong guru untuk mengikuti program literasi, salah satunya melalui kegiatan menulis refleksi pembelajaran. Awalnya, Bu Anita memandang kegiatan menulis sebagai beban tambahan. Ia merasa menulis bukanlah bagian utama dari tugas seorang guru. Namun, sebuah interaksi sederhana dengan peserta didik mengubah sudut pandangnya. Pertanyaan siswa tentang cara penyampaian materi membuatnya menyadari bahwa pembelajaran akan lebih bermakna ketika guru menghadirkan suara dan pengalamannya sendiri.

Bu Anita mulai mencoba menulis refleksi sederhana tentang praktik mengajarnya. Ia tidak mengejar kesempurnaan, melainkan kejujuran dalam mencatat pengalaman, tantangan, dan keberhasilan kecil di kelas. Dari proses tersebut, ia merasakan bahwa menulis membantu dirinya berpikir lebih jernih, memahami kebutuhan siswa, dan mengevaluasi strategi pembelajaran secara lebih mendalam.

Seiring dengan kebiasaan menulis, Bu Anita juga mulai menumbuhkan minat membaca. Ia memulai dari bacaan ringan seperti artikel pendidikan, praktik baik guru lain, dan hasil refleksi rekan sejawat. Dari membaca, ia memperoleh perspektif baru, inspirasi, dan keberanian untuk mencoba pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan humanis.

Perubahan ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas. Materi ajar tidak lagi disampaikan secara tekstual, melainkan dikaitkan dengan pengalaman nyata, bahasa yang lebih komunikatif, dan contoh yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Bu Anita pun mulai berbagi refleksinya melalui media sekolah dan komunitas guru, menjadikan literasi sebagai sarana belajar bersama.

Dari pengalaman tersebut, Bu Anita memahami bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan proses berkelanjutan untuk bertumbuh sebagai pendidik. Membaca memperluas wawasan, sementara menulis menguatkan kesadaran profesional dan nilai reflektif dalam mengajar.

Refleksi ini mengingatkan kita bahwa di tengah arus digital dan tuntutan administrasi, guru tetap perlu menyediakan ruang untuk membaca dan menulis. Literasi guru adalah fondasi pembelajaran bermakna dan teladan nyata bagi peserta didik dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat.


Jawablah pertanyaan pertanyaan ini dengan singkat di kolom komentar

1. Bagaimana kebiasaan membaca dan menulis memengaruhi cara mengajar dan pengambilan keputusan pembelajaran?
2. Pengalaman apa yang menyadarkan pentingnya suara dan pengalaman pribadi guru dalam pembelajaran?
3. Apa hambatan utama dalam membangun kebiasaan membaca dan menulis, serta strategi mengatasinya?
4. Bagaimana menulis refleksi pembelajaran membantu memahami kebutuhan peserta didik?
5. Langkah konkret apa yang dapat dilakukan untuk membangun budaya literasi guru di sekolah?

Komentar

Nurul Fathikhin 2025-12-23 04:54:47

1.Kebiasaan membaca akan mempengaruhi cara mengajar dan mengambil keputusan karena cara berfikir guru akan semakin luas dan dapat mengambil pembelajaran yang bermakna dalam memutusakan cara mengajar.\r\n2. Pengalaman pribadi guru dapat digunakan sebagai contoh pengalaman bermakna guru yang dapat memotivasi belajar murid\r\n3. Hambatannya membaca terkadang membosankan jika tidak sesuai minat pembaca. Sehingga guru perlu memilah bahan literasi sebagai awal dari tindakan untuk menyukai literasi, selanjutnya jika sudah suka maka membaca apapun akan menyenangkan.\r\n4. Menulis refleksi dapat membantu memahami murid dalam belajar karena dapat mengetahui sisi kekurangan dan kelebihab selama mengajar, sehingga sebagai bahan referensi untuk rencana pembelajaran yg mendalam\r\n5. Dimulai dari kegiatan literasi di sekolah dengan menggunakan perpustakaan dan website sekolah untuk literasi

Latifa 2025-12-23 04:47:26

1. Kebiasaan membaca dan menulis dapat menambah wawasan pendidik untuk menyiapkan pembelajaran, mulai dari penentuan media pembelajaran dan kaitan materi dengan kehidupan sehari-hari\r\n2. Pengalaman dalam mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, agar materi yg diajarkan kepada siswa dapat terserap secara maksimal\r\n3. Hambatan utama : Motivasi siswa dan distraksi media sosial. Solusi Memanfaatkan media sosial dalam peningkatan literasi digital\r\n4.Dengan melakukan refleksi guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga guru dapat merancang pembelajaran yg sesuai dengan kebutuhan siswa\r\n5. Dengan membuat program untuk meningkatkan budaya literasi seperti pembuatan website baca guru dll

Surati 2025-12-23 04:45:22

membaca dan menulis akan membuka cendela dunia \r\n

Suyatun 2025-12-23 04:41:26

Membaca dan menulis akan menjadi sebuah katalis bagi guru dalam mengajar dan mengambil keputusan. Dengan membaca guru akan memiliki pengetahuan yang lebih dan menambah perbendaharaan kata. Sehingga secara tidak langsung akan mewarnai materi dalam mengajar. Sedangkan menulis akan mendorong guru untuk belajar.

Iliyun Nurhidayah 2025-12-23 04:40:40

Ketika kita membaca dan menulis secara teratur. Manfaatnya adalah dapat meningkatkan pengetahuan tentang topik mata pelajaran.\r\nMembaca dan menulis dapat membantu mengidentifikasi informasi yang relevan

Sri Widiarti 2025-12-23 04:32:45

Literasi menjadikan seorang guru mendapatkan ilmu, pengalaman, ide,wawasan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

riska sugara 2025-12-23 04:31:14

1. dengan banyak membaca dan menulis maka akan banyak referensi yang kita dapat, sehingga kita bisa menentukan apa yang perlu di berikan dalam proses pembelajaran

Ainun Nisa 2025-12-23 04:30:25

1. Dengan kebiasaan membaca sama saja dengan menabung ilmu pengetahuan yang dapat membentuk pola pikir yang lebih luas. Sehingga dengan banyaknya referensi, keputusan yg akan diambil dapat lebih terukur dan tepat.\r\n2. Pengalaman saat memiliki ide, pengalaman saat memiliki hambatan dan perlu diskusi \r\n3. Hambatan utama adalah kurangnya rasa tertarik. Strategi : adanya kesadaran pentingnya membaca\r\n4. Refleksi dapat menjadi bahan evaluasi mengenai kekurangan dan kelebihan selama mengajar\r\n5. Melakukan pembiasaan literasi baik mata pelajaran maupun diluar mata pelajaran

Unik Puji Rahayu 2025-12-23 04:29:05

Hambatan membaca mungkin ada rasa malas, padahal dg membaca dan memaparkan pengalaman pribadi lebih menarik perhatian siswa dlm mengajar

Mr. Nyata 2025-12-23 04:28:00

Semakin banyak referensi bacaan yang dimiliki akan semakin kaya perbendaharaan kata dan menjadikan kita semakin mudah menyampaikan materi pembelajaran dengan pilihan kata terbaik

← Kembali ke Daftar Artikel