DOMPET DI LAPANGAN UPACARA

Penulis: Fajar Budhianto | 05 Jan 2026 | Pengunjung: 1805
Cover
Pagi itu, SMPN 1 Karangjati tampak lebih ramai dari biasanya. Hari pertama masuk semester genap selalu terasa berbeda. Siswa mulai kembali pada rutinitas, tetapi semangat libur masih tersisa dalam cerita-cerita kecil yang dibagikan di sudut kelas dan koridor sekolah.

Setelah dua jam pelajaran pertama, bel istirahat berbunyi nyaring. Suara kursi bergeser, tawa pecah, dan langkah kaki terdengar berhamburan menuju kantin. Aroma gorengan dan mi rebus mulai menyebar dari arah belakang sekolah.

Adit tidak langsung beranjak. Ia merogoh saku celananya, memastikan isi dompet kecilnya. Hanya ada satu lembar uang lusuh. Ia menghela napas pelan. Uang itu harus cukup sampai pulang nanti.

Adit akhirnya berjalan keluar kelas. Bukan ke kantin, melainkan ke perpustakaan. Ia sering ke sana saat istirahat, sekadar duduk di depan atau baca baca koran. Perpustakaan itu selalu memberinya ruang untuk berpikir, jauh dari keramaian.

Langkahnya terhenti di dekat tiang bendera. Di samping kiri trundakan, ada benda kecil berwarna cokelat tua. Awalnya Adit mengira itu daun kering. Namun setelah didekati, ia sadar itu sebuah dompet. Adit menoleh ke sekitar. Lapangan hampir kosong. Beberapa siswa terlihat jauh di ujung lapangan, sibuk bercanda. Tidak ada yang memperhatikan. Dengan ragu, Adit mengambil dompet itu.

Tangannya terasa dingin. Ia membuka perlahan. Di dalamnya ada beberapa lembar uang, lebih banyak dari yang pernah ia pegang sekaligus. Ada kartu pelajar, beberapa struk belanja, dan sebuah foto keluarga kecil yang mulai pudar.
“Astaga…” bisiknya.

Detik itu juga, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Uang sebanyak ini bisa membuatnya makan enak di kantin. Bisa membeli alat tulis baru. Bisa mengganti sepatu olahraga yang sudah lama sobek di bagian samping. Bahkan mungkin masih bersisa. Ia menggenggam dompet itu erat-erat Tidak ada yang melihat. Tidak ada yang tahu. Jika ia menyimpannya, semuanya akan baik-baik saja. Namun langkah kakinya justru terasa berat. Adit duduk di bawah pohon depan perpustakaan. Angin berhembus pelan. Suara siswa siswa terdengar samar dari kejauhan. Ia membuka dompet itu sekali lagi, kali ini lebih pelan. Matanya tertuju pada foto kecil di dalamnya. Seorang anak berdiri di tengah, diapit ayah dan ibunya. Senyum mereka sederhana, tapi hangat. Adit membayangkan bagaimana perasaan anak itu jika dompet tersebut tidak kembali. Ia teringat ibunya sendiri di rumah, yang selalu menghitung uang belanja dengan cermat, yang tak pernah membeli sesuatu sebelum benar-benar perlu.
Pesan ibunya kembali terngiang, “Uang bisa dicari. Tapi kejujuran, sekali hilang, sulit kembali.” Adit menutup dompet itu. Ia berdiri. Beberapa langkah ia arahkan menuju kantin, lalu berhenti. Langkahnya berbalik arah. Hatinya masih ragu, tapi kali ini ia tahu ke mana harus pergi.

Bel tanda akhir istirahat hampir berbunyi. Dengan napas sedikit terengah, Adit mengetuk pintu ruang guru. Beberapa guru menoleh ke arahnya.
“Ada apa, Dit?” tanya salah satu guru. Adit mengulurkan dompet itu dengan kedua tangan.
“Saya menemukan dompet ini di lapangan upacara.” Guru tersebut menerima dompet itu dan mengangguk. Nama pemiliknya dicatat. Beberapa menit kemudian, pengumuman terdengar melalui pengeras suara sekolah. Tak lama, seorang siswa datang tergesa-gesa ke ruang guru. Wajahnya cemas berubah lega saat dompet itu diserahkan kembali kepadanya. “Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum lebar.

Adit hanya mengangguk. Ia tidak merasa perlu berkata apa-apa. Saat kembali ke kelas, Adit duduk di bangkunya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Uang sakunya tetap sedikit. Keinginannya belum tercapai. Tapi ada ketenangan yang mengisi dadanya. Hari itu, Adit belajar bahwa tidak semua pilihan benar terasa mudah. Dan tidak semua kebaikan mendatangkan hadiah. Namun ia juga belajar satu hal penting, di SMPN 1 Karangjati, selain nilai pelajaran, ada nilai lain yang jauh lebih berharga, nilai kejujuran dan integritas, yang tidak tertulis di rapor, tetapi menentukan siapa diri kita sebenarnya.

Jawablah pertanyaan di bawah ini di buku litersaimu
1.Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini?
2.Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar?
3.Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?
4.Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?
5.Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini?

Komentar

Arsandy lintang Purnama 2026-01-06 07:34:07

kejujuran lebih berharga dari pada sebuah harta

DANAN JAYA SATRIYA PANGGEDE 2026-01-06 07:24:49

Jaarang di temukan tapi harus di ciptakan karakter seperti itu.

DANAN JAYA SATRIYA PANGGEDE 2026-01-06 04:57:45

Jaarang di temukan tapi harus di ciptakan karakter seperti itu.

ahmadrizqy 2026-01-06 00:31:47

Bagus cerita ini membuat saya terinspirasi untuk belajar jujur.

ahmadrizqy 2026-01-06 00:31:12

Bagus cerita ini membuat saya terinspirasi untuk belajar jujur.

Afrizal 2026-01-06 00:29:17

Kerenn

Ahmad risky 2026-01-06 00:28:26

baguss

Zeka 9c 2026-01-06 00:20:35

Kejujuran Adit di SMPN 1 Karangjati\\r\\nPercakapan dengan Gemini\\r\\nmengulurkan dompet itu dengan kedua tangan.\\r\\n\\r\\n“Saya menemukan dompet ini di lapangan upacara.” Guru tersebut menerima dompet itu dan mengangguk. Nama pemiliknya dicatat. Beberapa menit kemudian, pengumuman terdengar melalui pengeras suara sekolah. Tak lama, seorang siswa datang tergesa-gesa ke ruang guru. Wajahnya cemas berubah lega saat dompet itu diserahkan kembali kepadanya. “Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum lebar.\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\nAdit hanya mengangguk. Ia tidak merasa perlu berkata apa-apa. Saat kembali ke kelas, Adit duduk di bangkunya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Uang sakunya tetap sedikit. Keinginannya belum tercapai. Tapi ada ketenangan yang mengisi dadanya. Hari itu, Adit belajar bahwa tidak semua pilihan benar terasa mudah. Dan tidak semua kebaikan mendatangkan hadiah. Namun ia juga belajar satu hal penting, di SMPN 1 Karangjati, selain nilai pelajaran, ada nilai lain yang jauh lebih berharga, nilai kejujuran dan integritas, yang tidak tertulis di rapor, tetapi menentukan siapa diri kita sebenarnya.\\r\\n\\r\\n\\r\\n\\r\\nJawablah pertanyaan di bawah ini di buku litersaimu\\r\\n\\r\\n1.Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini?\\r\\n\\r\\n2.Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar?\\r\\n\\r\\n3.Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\\r\\n\\r\\n4.Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?\\r\\n\\r\\n5.Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini?\\r\\n\\r\\nTentu, ini adalah panduan jawaban untuk pertanyaan literasi berdasarkan potongan cerita tentang Adit di SMPN 1 Karangjati. Kamu bisa menyesuaikan jawaban ini dengan bahasamu sendiri di buku literasi:\\r\\n\\r\\nJawaban Tugas Literasi\\r\\n1. Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini? Pilihan tersulit Adit adalah antara mengambil uang dalam dompet tersebut untuk memenuhi keinginannya (mengingat uang sakunya sedikit) atau mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya melalui guru. Ia dihadapkan pada godaan kebutuhan pribadi versus nilai kejujuran.\\r\\n\\r\\n2. Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar? Keputusannya tidak mudah karena Adit memiliki kebutuhan atau keinginan yang belum tercapai dan kondisi keuangannya yang terbatas. Melakukan hal yang benar sering kali berarti harus mengorbankan keuntungan pribadi atau kesempatan yang ada di depan mata.\\r\\n\\r\\n3. Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\\\"Ya, saya pernah menemukan barang milik teman yang tertinggal. Rasanya sempat bimbang karena saya juga menyukai barang itu, tetapi ada perasaan tidak tenang jika menyimpannya. Setelah mengembalikannya, saya merasa lega dan bangga pada diri sendiri.\\\"\\r\\n\\r\\n4. Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Integritas berarti keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Di sekolah, hal ini berarti tetap berbuat jujur (seperti tidak menyontek atau mengembalikan barang temuan) meskipun tidak ada orang lain atau guru yang melihat. Integritas adalah menjaga prinsip moral dalam keadaan apa pun.\\r\\n\\r\\n5. Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini? \\\"Di semester genap ini, saya ingin menjaga nilai kejujuran dan kedisiplinan. Saya ingin lebih jujur dalam mengerjakan tugas-tugas mandiri dan disiplin dalam mengatur waktu belajar agar hasil rapor saya murni dari usaha sendiri.\\\"\\r\\n\\r\\n

Ilham imyut 8B 2026-01-06 00:19:17

sangat bagus cebela imuyt ci acu

zerro 7D 2026-01-06 00:15:04

wawww bagus syekalii aku imyutt gakk??

widya 2026-01-05 23:01:29

Kejujuran Adit di SMPN 1 Karangjati\r\nPercakapan dengan Gemini\r\nmengulurkan dompet itu dengan kedua tangan.\r\n\r\n“Saya menemukan dompet ini di lapangan upacara.” Guru tersebut menerima dompet itu dan mengangguk. Nama pemiliknya dicatat. Beberapa menit kemudian, pengumuman terdengar melalui pengeras suara sekolah. Tak lama, seorang siswa datang tergesa-gesa ke ruang guru. Wajahnya cemas berubah lega saat dompet itu diserahkan kembali kepadanya. “Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum lebar.\r\n\r\n\r\n\r\nAdit hanya mengangguk. Ia tidak merasa perlu berkata apa-apa. Saat kembali ke kelas, Adit duduk di bangkunya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Uang sakunya tetap sedikit. Keinginannya belum tercapai. Tapi ada ketenangan yang mengisi dadanya. Hari itu, Adit belajar bahwa tidak semua pilihan benar terasa mudah. Dan tidak semua kebaikan mendatangkan hadiah. Namun ia juga belajar satu hal penting, di SMPN 1 Karangjati, selain nilai pelajaran, ada nilai lain yang jauh lebih berharga, nilai kejujuran dan integritas, yang tidak tertulis di rapor, tetapi menentukan siapa diri kita sebenarnya.\r\n\r\n\r\n\r\nJawablah pertanyaan di bawah ini di buku litersaimu\r\n\r\n1.Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini?\r\n\r\n2.Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar?\r\n\r\n3.Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\r\n\r\n4.Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?\r\n\r\n5.Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini?\r\n\r\nTentu, ini adalah panduan jawaban untuk pertanyaan literasi berdasarkan potongan cerita tentang Adit di SMPN 1 Karangjati. Kamu bisa menyesuaikan jawaban ini dengan bahasamu sendiri di buku literasi:\r\n\r\nJawaban Tugas Literasi\r\n1. Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini? Pilihan tersulit Adit adalah antara mengambil uang dalam dompet tersebut untuk memenuhi keinginannya (mengingat uang sakunya sedikit) atau mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya melalui guru. Ia dihadapkan pada godaan kebutuhan pribadi versus nilai kejujuran.\r\n\r\n2. Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar? Keputusannya tidak mudah karena Adit memiliki kebutuhan atau keinginan yang belum tercapai dan kondisi keuangannya yang terbatas. Melakukan hal yang benar sering kali berarti harus mengorbankan keuntungan pribadi atau kesempatan yang ada di depan mata.\r\n\r\n3. Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\"Ya, saya pernah menemukan barang milik teman yang tertinggal. Rasanya sempat bimbang karena saya juga menyukai barang itu, tetapi ada perasaan tidak tenang jika menyimpannya. Setelah mengembalikannya, saya merasa lega dan bangga pada diri sendiri.\"\r\n\r\n4. Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Integritas berarti keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Di sekolah, hal ini berarti tetap berbuat jujur (seperti tidak menyontek atau mengembalikan barang temuan) meskipun tidak ada orang lain atau guru yang melihat. Integritas adalah menjaga prinsip moral dalam keadaan apa pun.\r\n\r\n5. Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini? \"Di semester genap ini, saya ingin menjaga nilai kejujuran dan kedisiplinan. Saya ingin lebih jujur dalam mengerjakan tugas-tugas mandiri dan disiplin dalam mengatur waktu belajar agar hasil rapor saya murni dari usaha sendiri.\"\r\n\r\n

widya 2026-01-05 23:01:08

Kejujuran Adit di SMPN 1 Karangjati\r\nPercakapan dengan Gemini\r\nmengulurkan dompet itu dengan kedua tangan.\r\n\r\n“Saya menemukan dompet ini di lapangan upacara.” Guru tersebut menerima dompet itu dan mengangguk. Nama pemiliknya dicatat. Beberapa menit kemudian, pengumuman terdengar melalui pengeras suara sekolah. Tak lama, seorang siswa datang tergesa-gesa ke ruang guru. Wajahnya cemas berubah lega saat dompet itu diserahkan kembali kepadanya. “Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum lebar.\r\n\r\n\r\n\r\nAdit hanya mengangguk. Ia tidak merasa perlu berkata apa-apa. Saat kembali ke kelas, Adit duduk di bangkunya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Uang sakunya tetap sedikit. Keinginannya belum tercapai. Tapi ada ketenangan yang mengisi dadanya. Hari itu, Adit belajar bahwa tidak semua pilihan benar terasa mudah. Dan tidak semua kebaikan mendatangkan hadiah. Namun ia juga belajar satu hal penting, di SMPN 1 Karangjati, selain nilai pelajaran, ada nilai lain yang jauh lebih berharga, nilai kejujuran dan integritas, yang tidak tertulis di rapor, tetapi menentukan siapa diri kita sebenarnya.\r\n\r\n\r\n\r\nJawablah pertanyaan di bawah ini di buku litersaimu\r\n\r\n1.Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini?\r\n\r\n2.Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar?\r\n\r\n3.Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\r\n\r\n4.Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?\r\n\r\n5.Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini?\r\n\r\nTentu, ini adalah panduan jawaban untuk pertanyaan literasi berdasarkan potongan cerita tentang Adit di SMPN 1 Karangjati. Kamu bisa menyesuaikan jawaban ini dengan bahasamu sendiri di buku literasi:\r\n\r\nJawaban Tugas Literasi\r\n1. Apa pilihan tersulit yang dihadapi Adit dalam cerita ini? Pilihan tersulit Adit adalah antara mengambil uang dalam dompet tersebut untuk memenuhi keinginannya (mengingat uang sakunya sedikit) atau mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya melalui guru. Ia dihadapkan pada godaan kebutuhan pribadi versus nilai kejujuran.\r\n\r\n2. Mengapa keputusan Adit tidak mudah meskipun tahu mana yang benar? Keputusannya tidak mudah karena Adit memiliki kebutuhan atau keinginan yang belum tercapai dan kondisi keuangannya yang terbatas. Melakukan hal yang benar sering kali berarti harus mengorbankan keuntungan pribadi atau kesempatan yang ada di depan mata.\r\n\r\n3. Pernahkah kamu berada di situasi serupa? Apa yang kamu rasakan?\"Ya, saya pernah menemukan barang milik teman yang tertinggal. Rasanya sempat bimbang karena saya juga menyukai barang itu, tetapi ada perasaan tidak tenang jika menyimpannya. Setelah mengembalikannya, saya merasa lega dan bangga pada diri sendiri.\"\r\n\r\n4. Menurutmu, apa arti integritas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah? Integritas berarti keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Di sekolah, hal ini berarti tetap berbuat jujur (seperti tidak menyontek atau mengembalikan barang temuan) meskipun tidak ada orang lain atau guru yang melihat. Integritas adalah menjaga prinsip moral dalam keadaan apa pun.\r\n\r\n5. Nilai apa yang ingin kamu jaga di semester genap ini? \"Di semester genap ini, saya ingin menjaga nilai kejujuran dan kedisiplinan. Saya ingin lebih jujur dalam mengerjakan tugas-tugas mandiri dan disiplin dalam mengatur waktu belajar agar hasil rapor saya murni dari usaha sendiri.\"\r\n\r\n

← Kembali ke Daftar Artikel