Dengarkan baik-baik, wahai anak-anak dan para remaja yang sedang bertumbuh, Aku akan bercerita tentang sebuah negeri yang tak tampak di peta, namun hidup di setiap tubuh yang sedang belajar menjadi dewasa. Namanya Negeri Tumbuh Ceria. Di negeri itu, hiduplah seorang remaja bernama Arka. Usianya baru lima belas tahun, masa ketika tubuh ingin berlari lebih cepat, pikiran ingin tahu lebih banyak, dan hati sering berubah seperti cuaca sore hari.
Namun Arka sering merasa lelah. Ia mudah mengantuk di kelas, emosinya naik turun, dan tubuhnya terasa berat meski usianya masih muda.
Suatu malam, saat Arka tertidur dengan perut penuh makanan instan dan minuman manis, ia bermimpi aneh. Ia terbangun di sebuah aula megah, dengan meja bundar besar di tengahnya.
Di atas meja itu… ada sebuah piring berkilau dengan warna-warni indah. Tiba-tiba, muncullah seorang perempuan tua berjubah hijau. Rambutnya seperti benang padi, suaranya lembut namun tegas.
“Aku adalah Penjaga Gizi Seimbang,” katanya.
“Dan piring itu adalah Piring Pelangi, penentu kekuatan para remaja di Negeri Tumbuh Ceria.” Penjaga itu menunjuk piring tersebut.
“Lihatlah baik-baik, Arka. Setengah piringnya diisi oleh sayur dan buah berwarna-warni—
hijau, merah, oranye, ungu. itulah pelindung tubuhmu.”
“Seperempatnya,” lanjut sang Penjaga, “adalah sumber tenaga: nasi, kentang, roti, atau jagung.” “Dan seperempat sisanya,” ia tersenyum, “adalah pembangun tubuhmu: ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.” Arka mengangguk, matanya berbinar. Lalu datanglah makhluk kecil berbentuk botol air yang melompat-lompat. “Aku Aqua, penjaga keseimbangan! Tanpa air putih yang cukup, pikiranmu akan kabur dan tubuhmu mudah lelah!”
Namun tiba-tiba… DUARR! Datanglah pasukan bayangan bernama Si Gula Berlebihan, Si Garam Licik, dan Si Lemak Malas. Mereka membujuk Arka dengan janji rasa lezat dan kepraktisan instan. Penjaga Gizi Seimbang mengangkat tongkatnya. “Ingat, Arka,” katanya, “bukan berarti makanan itu dilarang. Tapi bila mereka menguasai harimu, tubuhmu akan kehilangan keseimbangannya.”
Arka pun belajar. Ia membaca simbol-simbol kecil di kemasan makanan. Ia belajar memilih jajanan yang membuat tubuhnya kuat, bukan sekadar kenyang. Ia memasak sederhana, dan mendengar tubuhnya berbicara.
Cahaya Piring Pelangi semakin terang. Ketika Arka terbangun keesokan pagi, ia masih di kamarnya. Namun ada sesuatu yang berbeda. Ia memilih sarapan lebih bijak. Ia membawa bekal sehat. Ia minum air putih lebih banyak. Dan perlahan… tubuhnya terasa ringan, pikirannya jernih, dan senyumnya lebih sering muncul.
Maka dengarkanlah, wahai para remaja…
Makan sehat bukan tentang menahan diri, melainkan tentang merawat masa depan. Karena tubuhmu hari ini adalah rumah bagi mimpimu esok hari.
Dan begitulah kisah Rahasia Piring Pelangi, dongeng yang akan selalu hidup setiap kali kau memilih makanan dengan bijak.
Jawablah pertanyaan di bawah di buku literasimu !
1. Apa yang paling sering membuatmu merasa lelah, mengantuk, atau mood mudah berubah seperti Arka?
2. Kalau kamu jujur, “pasukan bayangan” mana yang paling sering menguasai harimu: gula, garam, atau lemak?
3. Seandainya kamu punya “Piring Pelangi” sendiri, bagian mana yang masih kurang: buah/sayur, tenaga (karbo), atau pembangun (protein)?
4. Apa perubahan kecil yang pernah kamu coba (atau ingin coba) supaya tubuh lebih ringan dan pikiran lebih jernih?
5. Menurutmu, apa hubungan antara makanan yang kamu pilih hari ini dengan mimpi masa depanmu?
Komentar
7e aku lesu cah
dikulum dikunyah\r\nassalamualaikum semuanyahhh :D
Cerita ini sangat menginspirasi saya untuk hidup sehat
ceritanya bagus banget aku jadi terkejut
Ceritanya sangat menarik dan bagus untuk di baca
baguss bangetttt
bagus banget
bagus banget
Sangat bagusss karena ada nama saya
Cerita nya sangat bagus?