Jejak Digital yang Melukai

Penulis: Satria Aji Chandra, S.Kom | 01 Apr 2026 | Pengunjung: 1208
Cover
Di salah satu kelas kelas di SMPN 1 Karangjati, Raka dikenal sebagai siswa yang paling aktif di dunia digital. Ia pandai menggunakan media sosial dan sering membuat konten lucu yang disukai banyak teman. Kreativitasnya membuat ia cukup populer di sekolah. Banyak siswa menunggu unggahan terbaru dari Raka karena selalu menghibur dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik itu semua, Raka memiliki kebiasaan yang kurang baik. Setiap hari, ia tak pernah lepas dari ponselnya. Bahkan saat jam istirahat, ia lebih sibuk menatap layar daripada berbincang dengan teman-temannya. Ia sering tidak menyadari apa yang terjadi di sekitarnya, karena terlalu fokus pada dunia maya.

Suatu hari, saat pelajaran olahraga, terjadi kejadian yang sebenarnya biasa saja. Bima, salah satu teman sekelas mereka, terjatuh saat bermain bola. Beberapa siswa sempat tertawa kecil, termasuk Raka. Tanpa berpikir panjang, Raka merekam momen tersebut. Ia kemudian mengedit video itu dengan tambahan musik lucu dan memberikan caption yang mengundang tawa.

Ketika diunggah ke media sosial, video itu langsung mendapat banyak perhatian. Komentar bermunculan, sebagian besar berisi candaan. Raka merasa senang karena kontennya kembali viral. Ia tidak menyadari bahwa di balik layar, ada perasaan yang terluka.

Bima yang melihat video itu merasa sangat malu. Ia merasa dipermalukan di depan banyak orang, bahkan oleh teman-temannya sendiri. Sejak saat itu, Bima mulai berubah. Ia menjadi lebih pendiam, sering menyendiri, dan tampak kehilangan kepercayaan diri. Beberapa teman juga tanpa sadar ikut menjauhinya, karena terus mengingat kejadian tersebut.

Perubahan itu tidak luput dari perhatian Winda, teman sekelas yang dikenal peduli. Ia merasa ada yang tidak beres dengan kondisi Bima. Setelah mencoba berbicara dengan Bima, Winda akhirnya memahami bahwa video yang diunggah Raka telah membuatnya terluka.

Dengan hati-hati, Winda mendekati Raka. Ia tidak langsung menyalahkan, tetapi menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Raka termasuk bentuk cyberbullying. Ia menjelaskan bahwa meskipun niatnya hanya bercanda, dampaknya bisa sangat menyakitkan bagi orang lain.

Raka terkejut mendengar hal itu. Ia tidak pernah berpikir bahwa tindakannya bisa melukai perasaan teman sendiri. Selama ini, ia hanya fokus pada jumlah likes dan komentar, tanpa memikirkan dampak emosionalnya.

Perasaan bersalah mulai muncul dalam diri Raka. Ia kemudian membuka kembali video tersebut dan membaca komentar satu per satu. Saat itulah ia benar-benar menyadari bahwa banyak komentar yang justru memperparah keadaan Bima.

Tanpa menunda, Raka segera menghapus video tersebut. Keesokan harinya, dengan penuh keberanian, ia berdiri di depan kelas dan meminta maaf kepada Bima. Ia mengakui kesalahannya dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Bima awalnya terdiam, namun perlahan ia menerima permintaan maaf tersebut. Teman-teman sekelas juga mulai memahami situasi yang terjadi. Mereka menyadari bahwa apa yang dianggap lucu oleh sebagian orang, belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Sejak kejadian itu, Raka berubah. Ia mulai menggunakan media sosial untuk hal-hal yang lebih positif. Ia membuat konten edukatif, berbagi tips belajar, dan bahkan mengangkat cerita inspiratif dari teman-temannya. Perlahan, kepercayaan Bima pun kembali, dan suasana kelas menjadi lebih hangat.

Kelas mereka kini tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Mereka belajar bahwa informatika bukan hanya tentang kemampuan digital, tetapi juga tentang empati, tanggung jawab, dan menghargai orang lain.

Jawablah pertanyaan ini di buku literasimu
1. Mengapa tindakan Raka mengunggah video Bima dapat dikategorikan sebagai dampak negatif dari penggunaan informatika? Jelaskan alasanmu!
2. Menurut pendapatmu, apakah permintaan maaf yang dilakukan Raka sudah cukup untuk memperbaiki keadaan? Berikan alasan yang mendukung jawabanmu!
3. Bagaimana peran Winda dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas tersebut? Jelaskan dampaknya bagi Raka dan Bima!
4. Jika kamu berada di posisi Raka, tindakan apa yang akan kamu lakukan sejak awal agar kejadian tersebut tidak terjadi? Tuliskan langkah-langkahnya!
5. Buatlah satu aturan sederhana yang dapat diterapkan di kelasmu agar penggunaan teknologi dan media sosial tidak menimbulkan dampak negatif seperti pada cerita! Jelaskan alasanmu!

Komentar

Nizam Adi.NH 2026-04-02 00:25:27

Pertama\r\n\r\n\r\n

← Kembali ke Daftar Artikel